Kurikulum 2013

Nama : Gilang Styawan

NIM : 17413241039

Prodi : Pendidikan Sosiologi 2017/A

Kurikulum di Indonesia dari beberapa periode terus melakukan pembaruan. Pembaruan ini digunakan untuk menyesuaikan pembelajaran agar terus bisa digunakan guna menjawab tantangan zaman. Tentunya perubahan kurikulum adalah hal yang biasa karena pada setiap perubahannya kurikulum menjadi lebih matang dan menjadi lebih bisa digunakan demi mencapai cita-cita bangsa. Contohnya pergantian kurikulum 2013 yang dianggap lebih pantas digunakan pada era sekarang dibanding KTSP yang sudah dianggap kuno. Kurikulum 2013 pembelajaran tidak hanya menekankan pada aspek kognitif saja, tetapi harus meliputi ketiga aspek. Pola pikir yang menjadi rumusan dalam pembentukan kurikulum ini memandang bahwa standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Berbeda halnya dengan kurikulum sebelumnya yaitu standar kompetensi diturnkan dari standar isi. Kurikulum 2013 menjadi salah satu strategi dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Kurikulum ini dianggap sebagai pemecah masalah pada pendidikan di Indonesia. Pembelajaran pada kurikulum 2013 sangat berbeda dengan penerapan KTSP dengan guru sebagai pusatnya namun pada kurikulum 2013 siswa lah yang menjadi pusat dari pembelajaran. Siswa dituntut lebih mandiri pada kurikulum 2013 ini, karena porsi mengajar guru dalam artian ceramah,dll itu dikurangi dan keaktifan siswa dituntut menjadi lebih banyak. Oleh karena itu pembelajaran yang saat ini tidak menjadi pembelajaran yang bersifat 1 arah saja/guru hanya menerangkan dan siswa memperhatikan. Namun pembelajaran pada kurikulum 2013 ini menjadi lebih interaktif karena siswa dituntut lebih aktif dan lebih mandiri lagi. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat merancang pembelajaran sebagai fasilitator agar siswa dapat memecahkan masalah yang nyata.

Kekurangan :

1. Kurikulum 2013 bertolak belakang dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menegenai  Sistem Pendidikan Nasional dikarenakan  penekanan pengembangan kurikulum  itu hanya berpatokan  pada orientasi pragmatis. Selain itu juga , kurikulum 2013 tidak dilandaskan  pada evaluasi dari pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 sehingga  pada tataran pelaksanaannya dapat  membingungkan guru  itu sendiri beserta yang terlibat di dunia pendidikan.

2. Pada proses pengembangan Kurikulum 2013 guru tidak dilibatkan dalam proses pembetukannya.

3. Tidak adanya keserasian  antara orientasi proses pembelajaran serta  hasil dalam kurikulum 2013. Keseimbangan itu  sulit untuk capai dikarenakan  kebijakan ujian nasional (UN) masih  tetap diberlakukan. UN hanya bisa  mendorong orientasi pendidikan  tergantung pada hasil semata dan tanpa  sama sekali  memperhatikan proses pembelajaran yang berlangsung. Hal ini sanagat  berdampak pada tidak dianggap penting untuk  mata pelajaran yang tidak diujikan pada  UN. Padahal kita tahu, mata pelajaran yang tidak di-UN-kan  juga memberikan kontribusi  yang sanagat besar untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang ingin dicapai

4. Pemerintah mengintegrasikan muatan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada  mata pelajaran Bahasa Indonesia  bagi jenjang pendidikan tingkat dasar.

5. Pada awal pelaksanaanya banyak guru dan siswa susah beradaptasi karena perubahan yang signifikan

6. Terlalu banyak materi yang harus dikuasai siswa sehingga tidak setiap materi bisa tersampaikan dengan baik, belum lagi persoalan guru yang kurang berdedikasi terhadap mata pelajaran yang dia ampu.

7. Beban belajar siswa dan guru terlalu berat, sehingga waktu belajar di sekolah terlalu lama.

Kelebihan :

1. Tentunya dianggap lebih unggul dan dapat menjawab tantangan zaman dibanding kurikulum sebelumnya yaitu KTSP

2. Menekankan pada pembentukan siswa yang berkarakter

3. Siswa diajarkan lebih mandiri karena guru pada kurikulum 2013 ini hanya merupakan fasilitator.

4. Hal yang paling menarik dari kurikulum 2013 ini adalah sangat tanggap terhadap fenomena dan perubahan sosial. Hal ini mulai dari perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.

5. Banyak kompetensi yang dibutuhkan sesuai perkembangan seperti pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan.

6.  Diharapkan kreatifitas guru akan semakin meningkat karena guru dituntut agar menjadi inovatif pada setiap pembelajarannya

7. Efisiensi dalam manajemen sekolah contohnya dalam pengadaan buku, dimana buku sudah disiapkan dari pusat

Sumber                :

http://nissie-niss.blogspot.com/2014/11/kelebihan-dan-kekurangan-kurikulum-2013.html?m=1#

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

28 − 21 =